Latihan Rohani

Spex

Latihan Rohani Santo Ignatius itu buku kecil yang dipakai sebagai “manual” atau panduan untuk Latihan Rohani atau Retret 30 hari. Awalnya buku ini merupakan kumpulan pengalaman rohani St. Ignatius ketika dia masih awam. Buku kecil kumpulan doa dan refleksi pribadi ini kemudian secara resmi diakui Gereja sebagai buku panduan retret khas Ignatian. Jadi, Latihan Rohani merupakan panduan retret untuk umat Gereja pada umumnya. Hanya saja, buku Latihan Rohani ini dimaksudkan untuk Pembimbing Retret, agar bisa mendampingi peserta retret sesuai dengan semangat Ignatius.

Bagi setiap Yesuit, Retret 30 hari dilakukan pada awal pembinaan yaitu di Novisiat. Retret Agung ini dilakukan secara pribadi dengagn pembimbing yang sudah berpengalaman. Selama 30 hari mereka melatihkan apa yang ada dalam buku panduan sehingga mereka memiliki pengalaman mendalam mengenai tema-tema yang ditawarkan di sana.

Thema-thema dalam Latihan Rohani itu antara lain: misteri kasih Allah, arah dan tujuan hidup, misteri doa, misteri belas kasih dan pengampunan Allah, panggilan Allah, diskresi, perutusan dan pelayanan, misteri sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus.

Maksud pokok dari berbagai latihan ini ialah untuk mencapai kebebasan batin sehingga setipa pilihan dan putusan dalam hidupnya tidak dipengaruhi oleh kelekatan kodrati, melainkan hanya demi kemuliaan Tuhan dan ekselamatan jiwanya.

Bahan-bahan dalam Latihan Rohani disusun untuk retret agung 30 hari. Tetapi bahan dan thema itu bisa diadaptasikan dalam berbagai bentuk Latihan Rohani atau Retret. Ia bisa dijadikan bahan retret 3 hari, 8 hari atau retret dalam hidup sehari-hari yang bisa berlangsung selama beberapa bulan. Apapun bentuknya, retret menggunakan buku Latihan Rohani hanya akan efektif kalau dibimbing oleh pembimbing yang cakap; dan mereka ini tidak harus seorang Yesuit.

Latihan Rohani dibagi menjadi 4 minggu (satu minggu tidak harus berarti 7 hari, karena “minggu” lebih mengacu pada thema). Minggu I: Misteri Kasih dan Penciptaan; Minggu II: misteri dosa dan pengampunan; Minggu III: misteri sengsara, wafat dan kebangkitan Tuhan; Minggu IV: misteri kebangkitan Tuhan. Bisa terjadi bahwa salah satu thema mesti dijalani lebih dari 7 hari. Mengapa? Karena masing-masing pribadi memiliki dinamika pengalaman yang khas sesuai dengan bimbingan Roh Kudus. Maka pembimbing harus memiliki ketajaman indra batin agar bisa menolong si retretan untuk bisa berjalan di bawah bimbingan Roh Kudus ini.

Pengalaman spiritual dalam Latihan Rohani ini biasanya akan mengubah arah dasar dan kualitas hidup orang itu. Bahkan bisa dikatakan bahwa makna Latihan Rohani akan kelihatan dalam hidup hariannya. Maka dari itu, Retret Agung “tidak ditutup” tetapi diakhiri dengan doa yang justru membuka pintu untuk melanjutkannya di kehidupan sehari-hari. Latihan Rohani diakhiri dengan Kontemplasi Mendapatkan Cinta … atau Menemukan Tuhan dalam segala …

Please follow and like us: