Minggu Biasa 11C

• PELUKAN KASIH
Ketika Paus Fransiskus merayakan Paskah tahun ini, dia melakukannya di Basilika St Petrus. Puluhan ribu umat hadir, ratusan imam dan puluhan Uskup menyertainya. Seperti biasa, sehabis Misa, Paus akan berkeliling memberi berkat kepada umat dari mobil terbuka. Cuma kali ini beda. Beberapa kali Paus minta si sopir menghentikan mobilnya lalu turun dari mobil dan menyalami orang-orang tertentu. Yang unik kali ini: Paus turun dari mobil karena melihat anak difabel di gendongan ibunya; Paus lalu mengambil anak itu dari gendongan ibunya dan memeluknya erat-erat. Ia tak peduli jubah putihnya kotor atau soli Deo nya terjatuh. Semua ini ada TV di seluruh dunia. Sejenak dunia ikut menahan nafas … terhenyak oleh pandangan indah ini yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Setelah Misa, orang tua si anak itu diwawancarai wartawan. Kata mereka: semula kami mengira, kamilah yang berjasa pada Dominic, anak kami ini. Peristiwa pelukan Paus mengubah semuanya …. Kamilah yang belajar dari Dominic akan arti kasih, cinta, kehidupan, salib ….

• KOREKSI CINTA
Injil hari ini punya 3 tokoh: Parisi yang kaya dan terpandang, Yesus dan wanita pendosa …
Si Parisi: seperti anak sulung, mengamati, menilai, merasa lebih baik dan lebih berjasa, lebih berhak menghakimi.
Wanita: merasa pendosa yang pantas dikucilkan. Tapi ia punya kerinduan bertemu Tuhan dan diampuni … Ia mengambil langkah penuh resiko untuk mendapatkan kerinduannya ini …
Dan Yesus: tidak menghakimi keduanya … tetapi Dia mengoreksi keduanya.
Yesus memberi ajaran dan contoh: bagaimana bersikap pada pribadi lain – kasih dan pengampunan
Arahnya: agar Citra Allah dalam diri kita tumbuh …

• MISTERI DOSA
Mengapa? Karena semua manusia itu pendosa …
Bac I : misteri dosa menghancurkan hidup lewat penyalahgunaan pemerintah, hukum, kebijakan, lembaga agama … Dosa menjadikan semuanya ini bukan sarana pelayanan, tetapi untuk mengabdikan diri pada nafsu.
Bac II : dosa melahirkan kesombongan rohani – merasa bisa membeli sorga dan keselmatan dengan mentaati hukum-hukum agama. Inilah yang melahirkan intoleransi, kekerasan atas nama agama …

• PENGAMPUNAN – KASIH
Tak seorangpun bisa memberikan apa yang tidak ia miliki. Kalau orang bisa mengasihi, karena ia punya kasih. Sebalikna, kalau ia kasar, serakah … jangan-jangan itu harta karun dalam batinnya. Kita memiliki karena kita melatih dan mengusahakannya. Demikian juga dengan kasih. Kita merasa dikasihi dan diampuni karena kita merasa rapuh dan penuh dosa. Semakin besar rasa perasaan diampuni dan dikasihi, semakin banyak ia mengasihi diri dan sesama. Mengapa tidak merasa diampuni? Karena tidak merasa perlu bertobat. Mengapa tidak perlu bertobat? Karena ia merasa sudah benar dan bersih dengan mentaati aturan agama dan berbuat baik sebagai prestasinya sendiri: ia sudah pesan sorga dengan usahanya sendiri …

Please follow and like us: