“Dunia diciptakan bagi kemuliaan Allah” (13)

13. Bagaimana Allah mewahyukan diri-Nya dalam diri Yesus, orang Nazaret itu?

Dalam Yesus Kristus, pewahyuan diri Allah mencapai puncaknya. Dalam pribadi sebagai manusia dan Allah, kasih Allah tampak absolut dan tak tertandingi. Dalam Dia, Firman Allah menjadi daging, seperti yang diwartakan di awal Injil Yohanes. Dalam Yesus tampaklah, bahkan dapat dialami secara jasmani, siapa Allah dan bagaimana Ia menjumpai manusia. Ia berkata, “Yang telah melihat Aku, melihat Bapa.” (Yoh.14:9).  Kristus menjadi sama seperti kita manusia dalam segala hal , kecuali dalam hal dosa. Maka, Yesus Kristus adalah manusia ideal,  yakni manusia menurut rencana besar Allah. Yesus menghidupi kehendak Allah: kasih. Menjadi Kristiani berarti: sebisa mungkin menyerupai Yesus. Melalui sakramen-sakramen kita bahkan memasuki Yesus; kita menjadi “Tubuh Kristus”.

Kesaksian:

Bagiku Yesus adalah Tuhan, Yesus adalah hidupku, Cintaku satu-satunya. Yesus adalah Semua dalam semuanya, Yesus segala-galanya. Yesus aku mengasihi-Mu dengan segenap hatiku,  dengan seluruh jiwaku.  Beata TERESA DARI KALKUTA (1910-1997), penerima hadiah  Nobel Perdamaian.

Sumber: DOCAT, Penerbit  PT. Kanisius, hlm. 22-23.

Please follow and like us: