“Dunia Diciptakan bagi Kemuliaan Allah”(20-21)

20. Apa tugas Gereja dalam Rencana Besar Allah?

Rencana besar kasih Allah adalah penyelamatan dan penebusan semua manusia melalui Putera-Nya, Yesus Kristus. Gereja ada karena Yesus Kristus mengundang kita untuk memasuki persekutuan yang mendalam dan menyelamatkan dengan diri-Nya. Persekutuan ini, “tubuh Kristus”, adalah Gereja. Melalui baptis dan sakramen lainnya kita menjadi milik Kristus dan melalui Dia kita akan memperoleh hidup baru abadi. Dengan mendengarkan Sabda Allah, kita menaati kehendak-Nya. Gereja merupakan tempat manusia dapat berkembang di dalam kasih Allah. Gereja tidak berakhir pada dirinya sendiri. Ia bertanggung jawab terhadap manusia dan masyarakat, dan melalui karyanya harus menyumbang untuk perdamaian dan perkembangan umat manusia.

———-

Kesaksian

Melayani dengan kasih adalah kekuatan terbesar. Itu adalah kekuatan terbesar…. tidak ada yang bisa menandinginya.

Fyodor Mikhailovich Dostoevsky (1821-1881), sastrawan puisi dari Rusia.

Sumber DOCAT, Penerbit PT. Kanisius, hlm.26.

=============

21. Apakah Kerajaan Allah sudah tampak dalam Gereja?

Gereja ada “supaya di dunia ini tercipta ruang bagi Allah, supaya Ia dapat tinggal di dalamnya dan dengan demikian, dunìa menjadi “Kerajaan-Nya.”(Joseph Ratzinger). Dalam diri Yesus Kristus, Kerajaan Allah sungguh telah dimulai di tengah-tengah dunia. Di mana sakramen diberikan, dunia lama yang penuh dosa dan kematian dilemahkan sampai ke akar-akarnya dan diubah. Maka mulailah ciptaan baru; Kerajaan Allah tampak. Namun, sakramen tetap menjadi tanda yang kosong jika orang Kristen tidak mewujudkan hidup baru yang diberikan kepada mereka ke dalam tindakan yang autentik. Orang tidak bisa menerima komuni sekaligus menolak memberikan roti kepada orang lain. Sakramen menuntut kasih yang siap sedia untuk keluar dari dirinya dan pergi ke pinggiran, bukan hanya dalam arti geografis, tetapi juga ke pinggiran eksistensi manusia: dalam misteri dosa, penderitaan, dan ketidak adilan;  pengabaian dan ketidakacuhan terhadap agama; pemikiran intelektual; dan dalam segala bentuk kemiskinan.”(pidato Kardinal Bergoglio sebelum konklalf, 2013).

Bacalah Injil Luk.4:18-21

Sumber:DOCAT Penerbit PT. Kanisius, hlm.27.

Please follow and like us: