IMAN Tanpa Kisah Itu Semu……..

Iman tanpa kisah itu semu.

Kisah dua murid yang kita dengar minggu ini bisa mewakili kisah kita. Mereka kenal Yesus kurang lebih 3 tahun. Kita kenal Yesus jauh lebih lama. Mereka salah paham mengenai Yesus dan misinya karena mereka punya rencana dan agenda tersembunyi. Itulah yang bikin mereka frustrasi dan mau mudik. Sekian lama kita kecewa karena salah paham mengenai Gereja, pimpinan gereja, paroki … Kalau para dua murid itu lalu pulang kampung, kita mengundurkan diri dari keterlibatan dalam hidup dan misi gereja.

Yesus hadir ketika mereka ber-sharing soal pergulatan batinnya. Rasanya itulah yang kita perlukan. Kita perlu berjumpa, berkomunitas untuk berbagi kisah mengenai jatuh bangun kita mengikuti Yesus dewasa ini. Paguyuban iman berfungsi saling memperkaya pengalaman iman dan bukan yang lain lewat sharing kisah iman. Kalau begitu, Kristus akan hadir, ikut mendengarkan dan menemani.

Yesus menegur keras kepala dan keras hati dua murid karena sibuk dengan agenda pribadi, sehingga hidup dan ajaran Yesus tak berdampak. Yesus menyodorkan Salib sebagai obatnya. Seolah Yesus mengatan “jadikanlah Salib sebagai kisah kemuridanmu …”. Teguran dan koreksi Yesus atas diri kita mungkin lebih keras. Lebih dari sekedar “goblog”. Berapa lama kita sudah jadi katolik. Betapa sering kita baca Kitab Suci dan berdoa. Berapa Misa, jiarah, novena … yang kita lakukan. Tapi, lihatlah hidup kita …! Mungkin selama ini kita sibuk, tapi alergi salib. Mungkin kita banyak melayani tetapi tanpa perjumpaan.

Yesus dan dua murid itu merayakan Ekaristi di rumah sebagai puncak kisah perjumpaan mereka. Buah dari seluruh sharing kisah ini ialah mereka tak jadi mudik, tetapi kembali ke Yerusalem dan bergabung dengan teman-temannya. Itulah yang mesti menjadi akhir sharing kisah iman kita. Buah pengalaman rohani akan Kristus yang bangkit ialah makin terbentuknya paguyuban iman, makin terlibat dalam pelayanan dan terus bergembira dan optimis karena Tuhan tetap hidup, meski kegelapan masih terasa dimana-mana.

Tuhan memberkati kita semua.

Please follow and like us: