Bersatu Kita Teguh: MISI SOSIAL GEREJA (28 – 29)

Bab. 2.

Bersatu Kita Teguh: Misi Sosial Gereja

28. Bagaimana kaitan Ajaran Sosial dengan iman?

Tidak semua orang yang terlibat secara sosial atau politik adalah seorang Kristen. Namun, seseorang tidak bisa menyebut dirinya seorang Kristen jika ia tidak terlibat secara sosial. Injil dengan sungguh-sungguh mendorong orang untuk memperjuangkan kasih, keadilan, kebebasan, dan perdamaian. Ketika mewartakan datangnya Kerajaan Allah, Yesus tidak melakukan penyembuhan dan menolong orang per orang; lebih dari itu Ia memulai bentuk hidup bersama yang baru-suatu kerajaan damai dan keadilan. Kendati kerajaan ini hanya dapat dilaksanakan hingga kepenuhannya oleh Allah sendiri, orang Kristen harus bekerja keras demi terciptanya suatu masyarakat yang lebih baik. Mereka harus membangun “suatu kota yang lebih manusiawi, karena hal seperti itu lebih menyerupai Kerajaan Allah” (Kompendium Ajaran Sosial Gereja No. 63). Ketika Yesus mengumpamakan Kerajaan Allah seperti ragi yang makin lama membuat adonan tepung menjadi khamir, Ia sebetulnya memberikan petunjuk cara orang-orang Kristen seharusnya turut bekerja dalam masyarakat.

——————

Seseorang yang menyebut dirinya Kristen hanya karena ia ke gereja, ia menipu diri. Orang tidak bisa berubah menjadi mobil hanya karena ia berdiri di garasi. (Albert Schweitzer)


29. Apakah keadilan sosial tujuan akhir Gereja?

Tidak. Jika ada suatu masyarakat yang adil, Gereja belum sampai pada semua tujuan yang diharapkan. Keselamatan yang diwartakan Gereja memang mulai di dunia ini; ia menyelamatkan orang per orang, mengubah relasi antar manusia, menyembuhkan luka-luka dalam hidup bersama. Penebusan itu mulai sebagai tanda pengharapan terhadap struktur-struktur sosial yang adil di muka bumi. Namun, “kota baru” bukanlah hasil perjuangan dan jerih payah manusia. Jika kita sudah melakukan segala sesuatu dengan sekuat tenaga, maka turunlah “kota yang kudus itu dari surga” (Why 21:10) ke dalam situasi hidup kita. Bahwa perdamaian benar-benar terwujud, itu adalah anugerah Allah.

————–

Sumber: DOCAT – Penerbit PT. Kanisius hlm. 40

Please follow and like us: