• +6281328401166
  • retretpantisemedi@gmail.com

TESTIMONIAL

  • Rafaela Ruth Anggraini

    | rafaelaruth2000@gmail.com

    Leadership ~ Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk belajar mengenai Ignasian Leadership. Dengan mengikuti kegiatan ini membuat saya banyak belajar, dan walaupun diselenggarakan secara online manfaat yang ingin disampaikan tetap dapat saya terima. Seperti salah satu butir kepemimpinan yaitu "Total, tidak setengah-setengah", ketika menjalani kegiatan ini dengan totalitas, apapun rintangan yang ada akan dapat dilalui dengan baik. Teman baru, keluarga baru, pelajaran baru, semua aku dapatkan dari kegiatan ini. Jika kita sungguh-sungguh mau belajar, dengan metode online sekalipun kita tetap bisa mendapatkan manfaatnya :)


  • Katharina Anggun D. N

    | katharinaanggun.kaden@gmail.com

    Ignatian Leadership - saat saya masih "waras" saya selalu ingin bisa banyak hal. Namun saya lupa apa yang saya pelajari tidak saya lakukan dengan dalam. Dangkal? Yahh, mungkin semacam itu. Saya melakukan sesuka saya dan untuk kepentingan diri saya. Setelah saya menjadi "gila" saya tetap ingin melakukan banyak hal, tetapi dengan porsi dan tujuan yang berbeda. Saya berusaha akan apa yang lakukan juga berguna untuk oranglain.


  • Reyner Jonathan

    | reyner.19.4@gmail.com

    LADODA ~ dengan mengikuti program ini, aku jadi bisa lebih bersyukur akan segala hal yang Tuhan telah berikan dalam hidupku dan dengan doa kotemplasi ini juga aku lebih menyadari kehendak Tuhan yang menggerakan hidupku ini sehingga aku lebih sadar dan tahu apa yang harus kuperbuat dalam hari hari ku. Aku juga menjadi lebih tenang dan tidak mudah cemas karena aku yakin bahwa ada Tuhan yang selalu mengasihi ku dalam hidup ini. Awalnya aku sempat ragu akan ke-efektifan program ini karena ku ikuti secara online, tapi ternyata pendampingan yang diberikan tetap maksimal dan berjalan dengan baik. Penyampain materi pun jelas dan mudah dipahami. Yang terpenting adalah kemauan diri dalam berproses.


  • Rooswita Ayu

    | rooswitaayu762@gmail.com

    Pembedaan Roh ~ Mengikuti program ini membuatku mengerti adanya gerak/dorongan dari roh baik dan roh jahat dalam setiap pilihan/keputusan yang kubuat dalam hidup sehari-hari. Program ini membantuku lebih peka, mana yang didorong oleh Allah/kehendak Allah atau bukan. Aku merasa tenang, damai, berani dan percaya diri saat pilihan/keputusan yang kuambil seturut dorongan roh baik/kehendak Allah.


  • Fabiola Yufi

    | fabiolayufi2000@gmail.com

    Ladoda ~ Selama kegiatan pelatihan ini sangat membantuku untuk lebih tenang, nyaman, berbicara dengan Tuhan lewat hati terdalam, serta banyak bersyukur kepada Tuhan. Di tengah kesibukan kuliah dan kegiatan non akademik, terkadang hatiku gelisah dan sulit untuk membagi waktu. Selama di pelatihan ini, saya banyak merenung dan mengucap syukur salah satunya adalah dengan melakukan LADODA setiap hari. Walaupun sifatnya online, aku tetap dapat merasakan ketenangan hati dan terbantu dari file yang bisa diunduh dari gdrive.


  • Fransiskus Anthony Winata

    | winata.fa2000@gmail.com

    Ignatian Leadership ~ Sebelum saya mengikuti pelatihan ini dan belajar tentang Ignatian Leadership saya adalah seorang yang sangat malu dan takut di judge pada saat bertemu dengan orang-orang baru dan sering sekali merasa ragu ragu pada saat mau menjalankan sesuatu. Setelah saya belajar mengenai Ignatian Leadership dan 10 butir kepemimpinan, saya mendapatkan beberapa butir yang sangat membantu saya dalam melawan kekurangan dan keraguan di hidup saya seperti butir kepemimpinan yang ke-5 “total, tidak setengah-setengah.” yang membuat saya mau untuk melakukan segala sesuatu dengan penuh totalitas dan tidak perlu ragu-ragu karena bila saya melakukan segala sesuatu dengan penuh totalitas, maka itu akan menghasilkan sesuatu yang baik dan lebih dasyat dari pada saat saya melakukannya dengan penuh keraguan. Selain itu, ada juga butir kepemimpinan ke-9 yang membantu saya menghadapi rasa malu dan takut saya bila bertemu dengan orang baru yaitu “mau karena sukar, justru karena sukar” dari itu saya belajar bahwa dengan melakukan sesuatu karena saya sukar membuat diri saya menjadi lebih berkembang. Selain itu, di dalam pelatihan ini saya juga mendapatkan asas dasar dimana ini berguna untuk mengetahui apa yang belum baik di dalam diriku dan mengetahui apa yang baik dari dalam diriku yang masih harus aku kembangakan lagi. Saya sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini karena bisa mengembangkan diri saya sendiri agar bisa menjadi lebih baik.


  • Gabriella Yoan Rosaria

    | gabyoan29@gmail.com

    Pengolahan sejarah hidup ~ awalnya selalu mikir suatu masalah dimasa lalu ya cukup dilupain aja dan gimana caranya buat melangkah maju dengan gak inget-inget lagi masa lalu. Tapi, setelah berproses dalam program ini efeknya sangat besar bagi diriku karena ternyata tanpa sadar luka dari pengalaman masa lalu ku sangat berdampak bagi kepribadianku dimasa saat ini dan masa depan. Berproses dan berdamai dengan masa laluku, aku juga diajak menemukan cinta Tuhan Yesus sendiri melalui pengalaman luka yang boleh aku dapatkan di masa lalu ku. Selain itu di dalam kehidupan nyata pengolahan ini membawa efek yang lebih baik pada relasiku dengan keluarga dan orang disekitarku, sehingga aku semakin percaya apapun yang pengalaman baik dan buruk yang pernah aku rasakan pasti bukan sebuah kebetulan tetapi memang Tuhan Yesus sendiri yang sudah merencanakannya untuk aku.


  • Fransisca Vena Apriliana

    | venaaprilia21@gmail.com

    Ignatian Leadership - Pertama kali aku mengikuti Ignasian Leadership, yang sangat menarik perhatian yaitu mengenai "10 Butir Kepemimpinan". Kesan pertama aku melihat 10 butir tersebut, yaitu kagum dan merasa bahwa 10 butir tersebut sangat tepat dan jika diterapkan dalam hidup sehari-hari akan sangat luar biasa manfaatnya. Hampir keseluruhan butir menarik dan menyentuh untukku. Tetapi khususnya pada butir ke 1 "Energi mengikuti imaginasi" dan butir ke 9 "Mau walaupun sukar, justru karena sukar", menjadi hal yang selalu ku ingat dan menguatkanku. Sebelum mengikuti Ignasian Leadership, aku termasuk orang yang peragu dalam bertindak, ataupun membuat keputusan. Seringkali aku merasa "ga bisa" "terlalu susah", ataupun "gak yakin dengan diriku". Tetapi setelah mengenal 10 butir ini, dan khususnya butir ke 1 dan ke 9, menjadi penguat ketika aku merasa di fase sulit atau ragu. Jika aku merasa menghadapi sesuatu yang susah, atau tidak yakin dengan diri sendiri. Aku akan teringat bahwa justru karena kesulitan tersebut, aku harus bisa lebih termotivasi lagi, dan tidak menyerah begitu saja. Dan imaginasi ku membayangkan bahwa "Aku bisa, aku bisa, dan aku pasti bisa", ini sangat efektif untuk menguatkan ketika aku merasa ragu, ataupun takut. Banyak pembelajaran lain yang juga didapatkan dari Ignatian Leadership khususnya untuk semakin mengolah diri menjadi lebih baik lagi. Keren banget pokoknya Ignatian Leadership! :)


  • Alberta Praswin

    | suryaputri95@gmail.com

    Self Healing, Mengolah Pengalaman Luka (Sejarah Hidup) ~ Sebelum mengikuti retret ini hidupku rasanya lempeng saja tapi kok kurang bersemangat ya? Bisa-bisa menjalani hidup, tapi ya datar. Hehehe... Lalu saat mengikuti retret ini banyak denial (penolakan) yg ternyata selama ini ku alami dan ku lakukan. Mengetahui bakat pribadiku yg hobi memendam rasa justru membuatku mendem (mabok) karena luka. Di retret ini mau tidak mau aku disadarkan lagi dengan luka2 pribadi yg lampau dan belajar menerimanya sebagai bagian dari diriku. Rasanya saat berproses luar biasa gak enaknya. Setelah retret ini aku menjadi menemukan lagi gairah hidup. Menjadi punya lagi mimpi2 kecil, lebih excited saat bangun pagi, dan bisa melihat sesuatu bagian sederhana itu merupakan sapaan semangat-Nya bagiku hari ini.


  • Fransisca Kiki Fajarwati

    | fransiscakikifajarwati@gmail.com

    LR. 19~ Dahulu aku orang yang menentang Yesus karena bagiku Dia tidak adil dan Tuhan yang sulit dijangkau. Namun dengan program ini tak terkira aku dapat bertemu secara personal denganNya dan membuatku sadar bahwa Dia begitu dekat denganku dan setia menemani hari-hariku sehingga membuatku percaya akan keberadaaNya yang setia mencintaiku.


  • Fernando Riski

    | riskiapm2018@gmail.com

    Self Healing, Mengolahan Luka-Cinta~ Sebelum aku bergabung dalam pelatihan ini, aku adalah orang yang insecure dalam melakukan sesuatu dan tidak percaya diri, contohnya ketika aku melakukan sesuatu atau berada dalam lingkungan banyak orang aku sering tidak percaya diri dan memiliki prasangka tidak baik terhadap diriku tidak baik dari penampilanku sehingga tidak percaya diri, sehingga sering kali aku melakukan hal yang bukan diriku sendiri hanya karena mendapat pujian sesuai keinginan orang yang bukan keinginanku, padahal aku memiliki potensi banya yang bisa mengembangkan diri aku, sehingga rasa tidak percaya diri aku bertingkah seperti orang bermuka dua (bertopeng).Terkadang ketika aku melakukan sesuatu diluar harapanku (tidak berhasil) untuk mendapat pujian orang lain, aku sering kecewa dan bahkan menyalahkan Tuhan dan menganggap Tuhan tidak ada dan tidak pernah melihat aku, sampai aku sama sekali tidak pernah bergumul lagi kepada Tuhan dan menjauh darinya akibat rasa kecewa. Tetapi setelah aku bergabung di pelatihan ini, banyak hal yang positive yang telah aku peroleh, mulai dari memahami diri sendiri dan mengetahui apa luka batin dan cinta selama ini yang tidak aku sadari. Dari berbagai pengolahan batin melalui baroh, jurnaling aku mulai memahami bahwa inilah aku, inilah diriku yang harus aku syukuri yang memiliki berbagai kelebihan, seperti main gitar, melukis dan sebagainya yang orang lain belum tentu dapat. Serta berbagai cinta dari banyak orang yang tidak aku sadari hanya karna tidak paham bahwa aku orang yang paling beruntung. Itulah yang sekarang mengubah hidup aku sampai sekarang aku menerima diriku apa adanya dan menyadari cinta Allah yang selalu mengalir dalam hidup aku melalui karya-karya yang aku ciptakan. Dan menyadari bahwa tuhan tidak pernah meninggalkan aku dalam kondisi apapun, sampai Sekarang aku merasa semakin dekat kepada Tuhan, bahkan Terkadang aku sering berbincang kepada tuhan dari hal kecil dan bertingkah seperti orang gila yang suka berbicara sendiri. Itulah perubahan besar dalam hidup aku. Dengan penyembuhan luka aku masih berjuang dalam penyembuhan tetapi aku sudah menemukan lukaku.


  • Veronica Tjhintia

    | tjhintia@gmail.com

    Selama ikut pelatihan online kemarin, banyak hal yang bisa saya dapatkan dari latihan doa dasar, pembedaan roh, eneagram, asas dan dasar, panggilan raja dan sebagainya. Durasi nya memang bisa dikatakan lama tapi dari waktu yang lama itu tidak sia-sia, saya bisa dapet banyak materi juga pendampingan yang intensif, bukan hanya kelompok saja tapi juga personal. Waktu pertama kali mendapat materi asas dan dasar, saya bingung sekali tidak terarah dan kepikiran apa yang sebenarnya jadi asas dan dasar faktual saya. Namun, selama pengolahan kurang lebih satu minggu itu, saya mempunyai gambaran sedikit. Seiring berjalannya waktu dan adanya pembimbingan juga dari pendamping saat itu, saya semakin terarah dan terbuka bahwa asas dan dasar saya itu dulu terbentuk karena sejarah hidup ku yang amburadul, tetapi setelah mendapatkan pembimbingan itu saya menjadi tersadarkan dan dapat mengambil makna dari masa lalu, nah kemudian hal itu lah yang memotivasi saya akan asas dan dasar faktual untuk membantu sesama dengan membuat sebuah komunitas nantinya. Walaupun materi dan pengolahan asas dan dasar saat itu hanya satu minggu sesuai rundown, tetapi saya masih bisa mengolah dan mendapatkan bimbingan setelah nya :) . Pendampingan yang diberikan selama mengolah asas dan dasar sangat bisa saya rasakan karena saya tidak dibiarkan sendiri mengolahnya dan ditinggalkan karena belum menemukan asas dan dasar, melainkan dibimbing sampai tercerahkan.


Testimonial Form

  • Choose Photo

Color Switcher

Available Colors